Sedimentologi

Bentangalam Aeolian

Pengertian

Bentang alam Aeolian  merupakan bentang alam yang dibentuk karena adanya aktivitas angin. Bentang alam ini banyak dijumpai pada daerah gurun pasir. Terjadinya gurun pasir sendiri lebuh diakibatkan karena adanya pengaruh iklim dan merupakan bukan hasil khusus dari agen geologi tertentu. Akan tetapi di dalam gurun pasir ini banyak berhubungan dengan pengaruh pengerjaan angin.

Gurun pasir diartikan sebagai suatu daerah yang curah hujan kurang dari 26 cm/tahun. gurun pasir tropis terletak pada daerah antara 35LU sampai 350 LS dan di sepanjang daerah yang tropis terus menerus, yaitu pada daerah mempunyai tekanan udara tinggi dengan udara sangat panas dan kering.

Selain angin sebagai media utamanya masih ada 2 faktor yang lainnya yaitu: pasokan pasir (sand supply) yang kontinyu dan jarangnya vegetasi di lokasi yang bersangkutan.

Gurun Gobi adalah salah satu contoh dari bentang alam aeolian yang berada di wilayah benua Asia (almatravelcentre.com.au)

Keadaan di Indonesia yang berupa kepulauan berpeluang terbentuknya morfogenesa aeolian. Peluang tersebut paling besar akan dijumpai di pantai-pantai dari pulau yang berhadapan dengan samudra lepas. Pantai yang dimaksud adalah pantai barat Sumatra, selatan Jawa, selatan Kepulauan Nusa Tenggara (Bali-NTT), utara Sulawesi, dan selatan Irian. Salah satu lokasi morfogenesa aeolian yang paling baik di Indonesia adalah di Pantai Parangkusumo di Yogyakarta.

Morfogenesa Aeolian Pantai Parangkusumo merupakan suatu kompleks morfologi yang sekuensial. Sebagai embrio dari morfologi tersebut adalah pembentukan pematang gisik (beach ridge) di bagian paling selatan, berada di zona garis pantai. Selanjutnya ketika pengaruh air laut secara langsung sudah kurang dominan, di bagian utara secara berurutan terbentuk morfologi gumuk pasir(sand dune) jenis longitudinal (memanjang), barchan (bulan sabit) dan transversal (melintang). Sekuen gumuk pasir seperti itu akan berakhir di muara Sungai Opak yang terletak 4 km di sebelah barat Pantai Parangtritis.

Faktor-faktor Pembentuk Bentang Alam Aeolian

Faktor pembentukan bentang alam aeolian, sebagaimana sesuai prosesnya, didominasi oleh media angin, antara lain:

  1. Erosi oleh Angin

Erosi oleh angin dibedakan menjadi 2 yaitu deflasi dan abrasi. Deflasi adalah proses terlepasnya tanah dan partikel-partikel kecil dari batuan yang diangkut dan dibawa oleh angin. Abrasi adalah proses penggerusan batuan dan permukaan lain oleh partikel-partikel yang terbawa oleh aliran angin.

proses abrasi oleh angin sering dijumpai membentuk struktur-struktur batuan yang artistik. Proses abrasi umum dijumpai di daerah beriklim semi gurun-gurun, di mana kelembapan udara yang kecil tidak menambah densitas butiran material sehingga mudah tertransport oleh angin.

Proses abrasi oleh angin dapat membentuk struktur dan pola batuan yang artistik. Proses alamiah ini umum dijumpai di daerah beriklim semi gurun hingga gurun. Wave rock atau ombak batuan di wilayah Arizona, Amerika Serikat adalah salah satu contohnya (westernnews.media.clients.ellingtoncms.com)
  1. Transportasi oleh Angin

Cara transportasi oleh angin pada  dasarnya sama dengan cara transportasi oleh air yaitu secara melayang (suspension) dan menggeser di permukaan (traction). Secara umum partikel  halus (debu) dibawa secara melayang dan yang berukuran pasir dibawa secara menggeser di permukaan (traction). Pengangkutan secara traction ini meliputi meloncat (saltation) dan menggelinding (rolling).

Mekanisme transportasi oleh media angin memiliki kemiripan dengan proses transportasi oleh air. Namun karena umumnya kekuatan serta densitas angin lebih rendah dibandingkan dengan air, sehingga ukuran material yang tertransport hanya hingga yang berukuran gravel saja (image.slidesharecdn.com)
  1. Pengendapan oleh Angin

Jika kekuatan angin yang membawa material berkurang atau jika turun hujan maka material-material (pasir dan debu) tersebut akan diendapkan.

Macam-macam Bentuk Lahan Asal Aeolian

Dilihat dari proses pembentukannya bentang alam aeolian dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bentang alam akibat proses erosi oleh angin dan bentang alam akibat proses pengendapan oleh angin.

  1. Bentang Alam Aeolian Akibat Proses Erosi

Bentang alam yang disebabkan oleh proses erosi ini juga dibedakan menjadi 2 yaitu :

a. Bentang alam aeolian hasil proses deflasi

  • Cekungan Deflasi

Suatu cekungan yang diakibatkan oleh angin pada daerah yang lunak dan tidak terkonsolidasi atau material-material yang tersemen secara buruk (poorly cemented). Cekungan terbentuk akibat material yang ada dipindahkan oleh angin ke tempat lain.

  • Lag gravel

Deflasi terhadap debu dan pasir yang ditinggalkan merupakan material yang kasar (granule, pebble dan fragmen-fragmen yang besar) disebut lagstone. Akumulasi seperti itu dalam waktu yang lama bisa menjadi lag gravel atau bahkan sebagai desert pavement, dimana sisa-sisa fragmennya berhubungan satu sama lain saling berdekatan.

Desert pavement, berdasarkan teori, bentukan alam ini terbentuk dari batuan-batuan yang tertinggal/tersisa setelah angin membawa/mengerosi semua material berukuran halus di suatu area tertentu (www.thoughtco.com)

b. Bentang alam aeolian hasil proses abrasi

  • Bevelad stone

Beberapa sisa batuan yang dihasilkan oleh angin yang mengandung pasir akan membentuk eikanter (single edge) atau dreikanter (three edge). Eikanter terbentuk dari perpotongan antara pebble yang mempunyai kedudukan tetap dengan arah angin (konstan). Dreikanter terbentuk dari perpotongan antara pebble yang posisinya overtuned akibat pengrusakan pada bagian bawah dengan arah angin yang tetap atau dapat juga disebabkan oleh arah angin yang berganti-ganti terhadap pebble yang mempunyai kedudukan tetap sehingga membentuk bidang permukaan yang banyak.

  • Polish

Terbentuk pada batuan yang mempunyai ukuran butir halus digosok oleh angin yang mengandung pasir (sand blast) atau yang mengandung lanau (silt blast) yang mempunyai kekuatan lemah, sehingga hasilnya akan menjadi lebih mengkilap.

Contoh gravel yang mengalami polish atau terabrasi. Permukaan yang cenderung mengkilap dan tiap sisinya tumpul menjadi petunjuk proses abrasi oleh material berukuran lebih halus yang terbawa oleh angin (anonimus)
  • Grooves

Angin yang mengandung pasir dapat juga menggosok dan menyapu permukaan batuan sehingga sebagai hasil dari prosesnya yang terjadi dalam waktu yang lama akan membentuk suatu pola yang beralur-alur.

  • Sculpturing (Penghiasan)

Banyak perbedaan bentuk topografi diakibatkan oleh kombinasi pelapukan dan abrasi angin. Contohnya batu jamur (mushroom rock) yaitu batu yang tererosi oleh angin yang mengandung pasir, sehingga bentuknya menyerupai jamur.

Mushroom rock, bentukan alam yang cukup fenomenal dan mengagumkan yang dapat dijumpai pada wilayah gurun tertentu. Proses abrasi oleh angin yang terkonsentrasi pada bagian bawah batuan menghasilkan batuan berbentuk jamur atau payung (www.phschuler.com)
  1. Bentang Alam Aeolian Hasil Proses Pengendapan

a. Gumuk pasir atau dune

Suatu timbunan yang dapat bergerak atau berpindah, bentuknya tidak dipengaruhi oleh bentuk permukaan ataupun rintangan.

Tipe-tipe dune secara umum dibedakan menjadi 3 yaitu:

  • Transversal dune

Merupakan punggungan-punggungan pasir yang berbentuk memanjang tegak lurus dengan arah angin yang dominan. Bentuk ini tidak dipengaruhi oleh faktor tumbuh-tumbuhan.

  • Parabollic dune

Dune yang berbentuk sekop/sendok atau berbentuk parabola. Bentuk ini karena dipengaruhi oleh adanya tumbuh-tumbuhan.

  • Longitudinal dune

Punggungan-punggungan pasir yang terbentuk memanjang sejajar dengan arah angin yang dominan. Material pasir diangkut secara cepat oleh kekuatan angin yang relatif tetap.

Jenis-jenis endapan angin yang umum ditemukan di wilayah padang pasir. Ukuran butir, arah angin serta area pengendapan menjadi penentu utama pola endapan pasir (slideplayer.com)

b. Tanah Loess

Daerah yang luas tertutup oleh material-material halus dan lepas. Pengamatan secara mikroskopis memperlihatkan loess berkomposisi partikel-partikel angular, dengan diameter <0,5 mm, terdiri dari mineral-mineral non-abrasif seperti kuarsa, feldspar, hornblende dan mika.

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close