PaleontologiPetrologi

Dari Manakah Fosil Kayu Berasal? Proses Terbentuknya dan Lokasi Situsnya

fosil kayu memiliki bentuk dan tekstur yang unik, menjadikannya salah satu pilihan untuk hiasan bagi banyak orang

Petrified wood

Kayu yang mengalami petrifikasi atau singkatnya fosil kayu adalah terminologi untuk menyebut sisa-sisa vegetasi asal darat yang mengalami fosilisasi. Fosil kayu berasal dari pohon, atau tumbuhan seperti pohon yang mengalami perubahan menjadi batu secara menyeluruh akibat proses permineralisasi.

Fosilisasi kayu dapat terbentuk akibat setiap unsur organik pada tumbuhan digantikan oleh mineral-mineral (yang umumnya mengandung unsur silika seperti kuarsa), sementara struktur jaringan aslinya tetap bertahan. Tidak seperti jenis fosil lainnya yang umumnya mengalami kompresi atau dikompresi (sehingga ditemukan dalam bentuk satu sisi/dua dimensi), fosil kayu tetap mempertahankan bentuk organik asalnya dalam wujud tiga dimensi.

Bentuk batang dari fosil kayu ini masih dapat diamati dengan baik, sekalipun kulit dan serat internal kayu telah mengalami permineralisasi atau pergantian unsur dengan mineral-mineral seperti kuarsa. Permineralisasi menyebabkan struktur kayu dapat terawetkan dengan baik (www.tes.com)

Proses petrfikasi (pembatuan) terjadi di dalam tanah pada saat tumbuhan terkubur di bawah endapan sedimen atau abu vulkanik. Tanaman yang terkubur terhindar dari proses dekomposisi akibat kadar oksigen yang terbatas dan mulai terawetkan. Kemudian air kaya mineral mengalir masuk hingga ke dalam jaringan tumbuhan lalu membungkusnya. Seiring waktu berlalu lignin dan selulosa dalam tumbuhan mengalami pembusukan, sehingga terbentuklah cetakan batu dari tanaman tersebut. Material organik tumbuhan harus mengalami proses pembatuan sebelum terdekomposisi seluruhnya. Suatu area di mana terdapat fosil kayu dalam jumlah besar dikenal sebagai fosil hutan (petrified forest).

Bagaimana fosil kayu terbentuk?

Tumbuhan yang mengalami petrifikasi merupakan suatu kondisi di mana jaringan tanaman digantikan oleh mineral-mineral dalam proses yang sangat lambat untuk menjadi batu. Proses pembatuan umumnya adalah produk dari mineralisasi kuarsa kalsedon. Suatu kondisi lingkungan yang langka dan khusus harus tercipta agar bagian pohon yang mati dapat berubah menjadi fosil kayu.

Pada umumnya tanaman yang mati akan terkubur dalam suatu lingkungan yang bebas oksigen (lingkungan anaerob), kondisi ini mengawetkan struktur asli tanaman sekaligus penampilan fisiknya. Syarat lain pembentukannya termasuk akses bagi air kaya mineral menuju jaringan tanaman, kemudian mineral-mineral inorganik tersebut akan menggantikan struktur organik tanaman. Proses berakhir dengan terbentuknya fosil kayu, yakni sebuah tanaman dengan struktur dasar asalnya yang berubah menjadi batu. Beberapa mineral eksotik dalam kasus yang sangat langka dapat menimbulkan warna merah dan hijau pada fosil kayu.

Suatu hutan atau tumbuhan berbatang keras yang terkubur dalam abu vulkanik, bila dalam kondisi dan waktu yang tepat dapat berpotensi mengalami permineralisasi dan menjadi fosil (indonesiaexpat.biz)

Lokasi dapat ditemukannya fosil kayu

  1. Argentina – Fosil hutan Sarmiento dan Jaramillo di Provinsi Santa Cruz, Argentina, Patagonia mempunyai beragam fosil pohon dengan diameter lebih dari 3m dan tingginya 30m
  2. Australia – mempunyai endapan fosil kayu dan opal kayu di wilayah Chincilla, Queensland yang terkenal dengan sebutan “Chincilla Merah”
  3. Belgia – Fosil kayu berada di situs geologi Goudberg dekat Hoegaarden
  4. Brazil – (1)Taman bumi Paleorrota, terdapat suatu area yang luas dengan fosil hutannya, (2)Monumen Alam Fosil Kayu di Tocantins, (3)fosil hutan dari jenis tumbuhan Dicksonniaceae (khususnya Psaronius dan Tietea singularis) serta Arthropitys, (4)Fosil hutan de Teresina berumur Permian (sekitar 280-270 juta tahun yang lalu) dekat Rio Poti, Piaui.
  5. Kanada – (1)di gurun bagian selatan Alberta, fosil kayu merupakan simbol untuk provinsi Alberta, (2)Pulau Axel Heiberg di Nunavut memiliki hutan fosil yang luas, (3) Di sekitar Sungai Saskatchewan Utara dan daerah Edmonton
  6. Cina – Di cekungan Junggar, Xinjiang, pemerintah di timurlaut Cina telah mengeluarkan larangan untuk mengeksploitasi fosil kayu, namun masyarakat tetap membuat berbagai ornamen seperti meja dari fosil kayu berwarna indah yang ditemukan disana
  7. Cheko, Nova Paka – Tempat yang paling terkenal untuk situs batuan berumur Permian-Karbon di wilayah Rep. Cheko
  8. Ekuador – hutan fosil Puyango, merupakan salah satu situs yang memiliki koleksi fosil kayu terbesar di dunia
  9. Mesir – hutan fosil di jalur Kairo-Suez. Tempat ini telah berstatus wilayah nasional yang dilindungi oleh menteri lingkungan. Situs yang serupa juga dapat dijumpai di daerah Kairo Baru tepatnya di kota Nasr, El Qattamiyya dekat distrik El Maadi, dan di sekitar oasis Al Farafra
  10. Perancis – Hutan fosil di desa Champclauson
  11. Jerman – Musium Sejarah Alam di Chemnitz memiliki koleksi berbagai fosil pohon yang berasal dari situs hutan fosil Chemnitz yang didirikan di kota tersebut sejak thn. 1737
  12. Yunani – Hutan fosil Lesvos, di bagian barat Pulau Lesbos. Lokasi ini kemungkinan merupakan hutan kayu terbesar. Wilayahnya melingkupi 150km2 dan ditetapkan sebagai monumen nasional pada 1985. Batang pohon berukuran besar yang berdiri tegak, lengkap dengan akarnya dapat dijumpai disini, begitu pula dengan batang pohon yang tingginya mencapai 22 meter.
  13. India – Suatu situs geologi di desa Thiruvakkarai, Chennai yang dikenal dengan fosil hutannya, situs ini dilindungi oleh Badan Geologi India. Fosil kayu dapat ditemukan di seluruh penjuru wilayah yang luas ini. Fosil kayu juga dapat ditemukan di daerah Dholavira, Kutch, Gujarat. Fosil di situs ini berumur antara 187-176 juta tahun yang lalu
  14. Indonesia – Fosil kayu dapat ditemukan di beberapa area di Banten serta di beberapa lokasi di Gunung Salak yang termasuk dalam lokasi Taman Nasional Gunung Salak
  15. Italia – (1)Hutan fosil di Dunarobba, hutan fosil dekat Avigliano Umbro, Umbria (Itali tengah), umumnya berumur Piacenzian, (2) Fosil hutan di Zuri-Soddì, fosil hutan dekat Soddì (Provinsi Oristano, Sardinia), umumnya berumur Chattian-Aquitanian
  16. Libia – Lautan Pasir Besar: di daerah ini dijumpai fosil batang pohon yang tersebar di area seluas ratusan mil persegi. Fosil-fosil cabang tumbuhan dan material lainnya tercampur dengan artefak-artefak zaman batu.
  17. Namibia – Fosil hutan Damaraland
  18. Selandia Baru – (1)Fosil kayu banyak dijumpai di Teluk Curio di pesisir Catlins, (2)Fosil hutan Takapuna, Auckland.
  19. Arab Saudi – Fosil hutan di Riyadh utara
  20. Thailand – Fosil hutam Bantak di distrik Bantak
  21. Ukraina – Fosil batang pohon Araucaria di dekat Druzhkivka
  22. Inggris (United Kingdom) – banyak lokasi dimana ditemukan fosil hutan yang terbenam di zona pasang rendah di sekitar pantai Inggris dan Wales. Juga di dua lokasi berikut: (1) Fosil hutan, Glasgow, Skotlandia, (2)Fosil hutan, Dorset, Inggris
  23. Amerika – situs fosil hutan dapat ditemukan pada beberapa daerah berikut:
  • Taman fosil kayu di Lemnon, Dakota Selatan
  • Taman Nasional Ginkgo/Wanapum di Washington
  • Taman Nasional Fosil Hutan di Arizona
  • Fosil Hutan California di California
  • Fosil Hutan Mississippi di Flora, Mississippi
  • Monumen Nasional Florissant Fossil Beds dekat Florissant, Colorado
  • Fosil Hutan Yellowstone dan Fosil Hutan Gallatin di wilayah Taman Nasional Yellowstone, Wyoming
  • Unit bagian selatan Taman Nasional Theodore Roosevelt di luar wilayah Medora, Dakota Utara
  • Fosil Hutan Gilboa, New York
  • Taman fosil hutan negara Escalante di Utah
  • Gurun Agate di lembah atas sungai Rogue, dekat Medford, Oregon
Fosil kayu yang berasal dari hutan tropis purba yang ditemukan oleh para peneliti Indonesia di Kecamatan Curug dan Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak Banten. Tim peneliti menyimpulkan bahwa jenis fosil kayu yang berasal dari daerah Banten umumnya dari jenis Shoreoxylon sp. (meranti) dan Dryobalanoxylon sp. atau umum dikenal dengan pohon kamper (www.menlhk.go.id)

Fosil kayu artifisial

Fosil kayu artifisial atau buatan telah berhasil diciptakan di laboratorium Washington. Dalam proses pembuatannya, beberapa potong kayu pohon pinus direndam di dalam larutan asam selama dua hari, kemudian direndam kembali dalam larutan silika selama dua hari lagi. Setelah tahap perendaman selesai, spesimen tersebut dipanaskan pada suhu 1.400oC dalam lingkungan atmosfer argon selama dua jam. Tahap akhir dari proses artifisial ini menghasilkan silicon carbide ceramic yang mengawetkan hingga ke struktur terdalam dari sel kayu tsb.

Fosil kayu secara umum dikenal sebagai bagian dari tubuh tanaman (mis: batang atau cabang) yang berubah menjadi fosil. Demam batu akik di Indonesia beberapa tahun lalu mengangkat nama “batu fosil kayu” sebagai salah satu jenis batu akik yang diincar pecinta dan pemburu batuan eksotik. Dikenal berbagai jenis fosil kayu dalam kamus batu akik Indonesia, mulai dari fosil kayu jati, fosil kayu ulin, fosil kayu kelor, dsb. Batu akik fosil kayu cendana adalah primadona, karena banyak orang yang menghubungkannya dengan kekuatan mistik dalam batu tsb.

Terlepas dari kebenaran asal tumbuhan dari berbagai jenis fosil kayu yang dikenal masyarakat Indonesia (yang pastinya tidak mungkin teridentifikasi tanpa observasi lebih dalam dari sang ahli, dan juga kenyataan bahwa pembentukan fosil kayu mencapai jutaan tahun, di mana beberapa tanaman yang disebutkan di atas diketahui belum muncul pada kurun waktu tersebut), tentunya penting untuk diketahui bagaimana fosil kayu dapat terbentuk, serta dimana lokasi keterdapatan fosil kayu di muka bumi.

 

Diterjemahkan dan disadur dari artikel berjudul Petrified Wood dalam www.geologypage.com

Related Articles

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close