AstrogeologiPaleontologi

Menyingkap Misteri Kehidupan di Mars Melalui Fosil Purba

Pencarian terhadap bukti adanya kehidupan di Planet Mars dapat terbantu berkat fakta baru yang ditemukan dari batuan purba di Bumi.

Diterjemahkan dari geologypage.com (02/12/19), penelitian sebelumnya melaporkan temuan fitur unik pada batuan yang dianggap sebagai fosil, yang ternyata sebaliknya, adalah suatu struktur endapan mineral. Temuan ini dianggap membuka wawasan dan petunjuk mengenai jejak kehidupan di Mars sehingga dapat menghemat waktu dan sumberdaya berharga bagi misi eksplorasi Mars ke depannya.

Struktur mikroskopik yang diciptakan di laboratorium (geologypage.com)

Penelitian itu menunjukan bahwa struktur pada batuan merupakan pembuluh dan jaringan mikroskopik yang menyerupai sisa makhluk berukuran mikron yang mungkin terbentuk dari reaksi kimia yang melibatkan mineral-mineral kaya besi.

Penelitian sebelumnya meyakini bahwa fitur unik itu adalah salah satu fosil tertua di Bumi.

Penemuan terbaru ini dapat membantu pencarian akan adanya kehidupan di luar Bumi selama misi eksplorasi Mars di masa depan dengan membuat penemuan ini sebagai cara untuk mempermudah pembedaan suatu objek sebagai fosil atau hanya struktur non biologis saja.

Penemuan ini dibuat oleh seorang ilmuwan dari Universitas Edinburgh yang mengembangkan teknik untuk mencari bukti kehidupan yang dahulu pernah ada di Mars.

Astrobiologis Sean McMahon menciptakan formasi berukuran mikroskopis yang sangat menyerupai bentuk dan komposisi kimia dari struktur kaya besi yang umum ditemukan pada bebatuan di Bumi seperti yang terdapat di Mars, yang beberapa sampelnya diperkirakan berumur sekitar empat miliar tahun.

Dr. McMahon membuat struktur kompleks ini dengan mencampur partikel kaya besi dengan cairan alkali yang berisi unsur kimia silikat atau karbonat.

Proses ini yang dikenal dengan istilah chemical gardening (berkebun secara kimiawi) diperkirakan terjadi secara alami dimana unsur-unsur kimia ini jumlahnya berlimpah. Proses ini dapat terjadi di dalam hydrothermal vents (cerobong hidrotermal) di lantai samudera dan ketika air tanah dalam bersirkulasi melalui pori-pori dan rekahan-rekahan pada batuan.

Penemuannya ini menunjukan bahwa struktur itu sendiri tidaklah cukup untuk membuktikan apakah fitur yang menyerupai makhluk mikroskopis itu adalah fosil. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan bagaimana struktur itu dapat terbentuk.

Kajian yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B ini didanai oleh program European Union’s Horizon 2020.

Dr. McMahon mengungkakan: “reaksi kimia seperti ini telah dipelajari selama ratusan tahun, namun reaksi ini belum pernah sekalipun meniru struktur mikroskopis kaya besi di dalam batuan. Hasil penelitian ini menyarankan untuk dilakukannya pengamatan ulang terhadap berbagai sampel makhluk-makhluk mikroskopis purba untuk melihat apakah struktur ini cenderung merupakan fosil atau endapan mineral non biologis.

Diterjemahkan dan disadur dari artikel berjudul Solving fossil mystery could aid quest for ancient life on Mars dalam www.geologypage.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close