AstrogeologiPetrologi

Mineral yang Belum Pernah Dilihat Manusia Ditemukan di Australia

Meteorit Wedderburn

Para peneliti telah menemukan sebuah mineral baru yang belum pernah sama sekali dijumpai di alam. Mineral ini terkandung dalam sebuah meteorit yang ditemukan dekat Wedderburn di Victoria tengah, Australia.

Diterjemahkan dari geologypage.com (05/09/19), para peneliti percaya bahwa mineral tersebut mungkin terbentuk di dalam inti cair suatu planet dalam kurun waktu tertentu sebelum akhirnya planet itu hancur berkeping-keping.

Meteorit yang mengarungi angkasa luar lebih dari jutaan tahun ini berwarna merah, hitam dan cokelat kekuningan. Mineral yang terkandung dalam meteorit ini diberi nama Edscottit.

Mineral edscottit yang ditemukan dalam meteoroit Wedderburn
Edscottit memiliki rumus kimia Fe5C2, mineral ini tergolong dalam kelompok mineral karbida besi terbaru yang terbentuk bersama dengan besi berkadar nikela rendah (kamacit), taenit, nikel pospida (schreibersit kaya nikel), dan sedikit kohenit dalam meteorit besi Wedderburn (pubs.geoscienceworld.org)

Setelah melakukan observasi yang mendalam terhadap meteorit Wedderburn, sebuah metal seukuran potongan lemon dengan berat hanya 210 gram, ditemukan sedikit di luar Wedderburn pada tahun 1951. Mineral unik yang saat ini menjadi salah satu koleksi dari Museum Victoria telah melalui berbagai proses identifikasi untuk menyingkap misteri di dalamnya.

Para ahli menganalisis meteorit itu dan memeriksa wujud alami pertama sebuah mineral yang kemudian diberi nama edscottit dalam sebuah penelitian yang dipimpin oleh seorang mineralogis dari Caltech, Chi Ma. Edscottit sendiri disinyalir merupakan mineral bertipe besi-karbida yang unik dan belum pernah ditemukan keberadaannya.

Sejak meteorit Wedderburn pertama kali diidentifikasi, telah banyak tim peneliti yang menganalisis batu angkasa berwarna hitam dan merah itu sehingga hanya menyisakan sepertiga bagian dari bentuk aslinya, yang saat ini tersimpan di Museum Victoria Geological Collection, Australia.

Bongkah meteorit Wedderburn yang tersisa itu lalu dianalisis kembali untuk mengetahui material apa yang menyusunnya. Hasil analisis menyingkap jejak unsur emas dan besi, bersamaan dengan kehadiran mineral langka seperti kamacit, schreibersit, taenit dan troilit, serta edscottit yang ditemukan belakangan.

Penemuan mineral edscottit, nama yang dipilih untuk menghormati seorang spesialis meteorit dan ahli kimia angkasa luar dari Universitas Hawaii, Edward Scott, dianggap penting karena para ahli belum pernah menjumpai bahwa formulasi nuklir yang terpisah dari mineral besi karbida dapat terjadi secara alami.

Pemahaman akan pembentukan mineral ini penting sebagaimana syarat yang dibutuhkan agar dapat secara formal diakui oleh International Mineralogical Association (IMA).

Mengenai bagaimana potongan mineral edscottit alami ini dapat ditemukan di luar daerah Wedderburn tidak ada yang mengetahuinya secara pasti. Namun, menurut seorang ahli planet, Geoffrey Bonning dari Universitas Nasional Australia, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, berpendapat bahwa mineral tersebut mungkin terbentuk di dalam inti sebuah planet purba yang bertemperatur panas dan bertekanan.

Bonning menjelaskan lebih lanjut bahwa planet asal edscottit yang malang ini mungkin telah mengalami dan bertahan dari tubrukan kosmik secara dahsyat yang melibatkan planet lainnya, atau sebuah bulan dan objek angkasa lainnya. Planet tersebut kemudian hancur dan sisa tubuhnya tersebar ke angkasa luar dan melewati ruang dan waktu.

Jutaan tahun yang lalu, perjalanan sisa-sisa hancuran planet ini dipercaya terus berlanjut hingga salah satunya, tanpa diduga, terjatuh ke Bumi, tepatnya di luar daerah Wedderburn. Berkat meteorit ini pemahaman kita terhadap alam semesta semakin diperkaya.

Diterjemahkan dan disadur dari artikel berjudul Scientists Confirm The Discovery of a Mineral Never Before Seen in Nature dalam www.geologypage.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close