AstrogeologiBencana Geologi

Mineral Super Langka yang Terbentuk Hanya Ketika Bumi Dihantam Meteor

Fenomena jatuhnya meteor ke bumi adalah suatu hal yang langka, selaras dengan keberadaan mineral ini di bumi

Penemuan sebuah mineral langka, reidit, dalam kawah meteorit di Woodleigh, Australia bagian barat dipublikasikan minggu ini oleh mahasiswa dari Universitas Curtin, Morgan Cox dan rekan-rekannya. Reidit dan beberapa jenis mineral lainnya dapat terbentuk ketika sebuah meteorit jatuh ke bumi. Pembentukannya memerlukan suatu kondisi khusus, oleh karena itu mineral ini menjadi sangat langka. Berdasarkan laporan sebelumnya, hanya terdapat enam buah reidit yang pernah ditemukan sebelumnya.

Disadur dari geologyin.com (10/2018), beginilah proses yang berlangsung ketika sebuah meteorit menghantam bumi.

 Batuan dari angkasa luar

Bumi secara terus menerus dihujani oleh meteorit, batuan dari angkasa luar, bahkan sejak masa pembentukannya sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu. Meteorit dapat berasal dari asteroit yang tersusun atas material batuan dan metal, komet dan material-material sisa dari proses pembentukan tata surya. Beberapa juga dapat berasal dari batuan dari suatu planet lain, hingga dalam kasus yang sangat jarang, meteoroit juga dapat berasal dari material di luar sistem tata surya.

https://img.mp.ucweb.com/wemedia/img/buz/wm/4a70ee529a87950bb20052101be99432.jpg
Sebuah spesimen meteorit yang dimiliki suatu museum ((www.smithsonianmag.com))

Objek angkasa luar memiliki beragam, ukuran, mulai dari partikel kecil hingga asteroid raksasa. Benda-benda ini umumnya mengorbit menuju Bumi dengan kecepatan beberapa kilometer per detik, dengan kata lain: ‘kecepatan super’ (hypervelocities).

Segala makhluk yang berada di Bumi sangat beruntung, karena umumnya batuan angkasa yang menghujani Bumi hanya berukuran kecil, dan atmosfir Bumi secara simultan memperlambat pergerakannya, membakar serta menghancurkannya. Hujan meteor dan bola api di angkasa adalah bukti dari perlindungan ini. Namun beberapa meteoroit dapat melewati atmosfer dan mencapai permukaan Bumi, yang kemudian disebut meteorit.

The Fireballs yang dimiliki oleh Sky team di Universitas Curtin memiliki jaringan kamera yang canggih sehingga dapat melacak meteor yang sedang bergerak menuju Bumi dan kemudian memprediksi lokasi jatuhnya, serta menemukan dari mana meteoroit itu berasal. Berkat jaringan tersebut, Sky team telah melakukan beberapa penemuan meteroit yang mengagumkan.

Tidak dapat melambat karena terlalu besar

Atmosfir Bumi, dalam kejadian yang sangat langka, tidak dapat memperlambat kecepatan meteroit yang berukuran terlalu besar. Secara global, telah ditemukan sekitar 190 kawah tumbukan meteoroit (atau sisa-sisa dari kawah yang telah tererosi) di Bumi. Menurut para ahli, jumlah ini jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan jumlah kawah yang seharusnya terbentuk sepanjang sejarah bumi.

Hal ini diakibatkan karena permukaan Bumi yang sangat dinamis. Erosi dan proses tektonisme pastinya telah menghapus jejak keberadaan meteoroit dari waktu ke waktu.

Kawah meteroit di Bumi memiliki berbagai ukuran, mulai dari yang berdiameter hanya beberapa meter hingga ratusan kilometer. Beberapa di antaranya terbentuk ribuan tahun lalu, hingga dua milyar tahun sebelumnya.

Sangat disayangkan tidak ada kawah benturan yang terbentuk dalam sejarah modern. Kondisi ini membuat para ahli hanya dapat melakukan penelitian pada kawah purba, yang dikombinasikan dengan eksperimen laboratorium dan simulasi komputer guna mengungkap apa yang terjadi selama kejadian-kejadian katastropik itu.

Kecepatan dan tekanan

Peristiwa benturan dengan kecepatan super antara meteoroit dan lokasi tumbukan menciptakan tekanan yang amat dahsyat pada batuan di sekitar lokasi kejadian. Tekanan yang besar ini menjalar di antara bebatuan dan bentuk gelombang kejut yang lebih cepat dari kecepatan suara.

Batuan di permukaan Bumi tidak biasa menerima tekanan dalam jumlah puluhan hingga ribuan gigapaskal, atau sama dengan ribuan milyar kali tekanan atmosfer Bumi. Kondisi ini memiliki dampak tertentu bagi bebatuan itu.

Walaupun batuan yang terkena dampak hanya mengalami tekanan dalam waktu singkat, beberapa mineral di dalamnya dapat mengalami perubahan menjadi mineral baru yang lahir dari tekanan yang sangat tinggi. Seperti halnya grafit yang mengalami tekanan dapat membentuk intan, begitu pula mineral zircon yang mengalami tekanan dahsyat dapat berubah menjadi reidit, seperti yang dideskripsikan dalam jurnal penelitian.

Gelombang kejut yang merambat melewati bebatuan menciptakan energi panas yang dihasilkan dari tekanan tinggi. Energi ini cukup mampu untuk melelehkan batuan, dalam dalam banyak kasus, energi ini dapat membuat meteoroit dan batuan di sekitarnya menguap seketika.

Gelombang kejut juga dapat memberi dampak kehancuran yang sangat besar pada batuan dilewatinya. Batuan dapat hancur berkeping-keping dan terlontar jauh hingga ke atmosfir, bahkan hingga ke angkasa luar. Sebagai hasil akhir, terciptalah kawah yang berbentuk seperti mangkuk.

Seiring waktu energi gelombang kejut berkurang, gelombang ini akan melambat dan tidak bersifat menghancurkan lagi. Gelombang ini akan tetap merambat dalam bentuk gelombang seismik bumi, mirip seperti gelombang yang tercipta ketika gempa bumi berlangsung.

Bumi berubah selamanya

Dalam kejadian tumbukkan meteoroit dalam skala besar, seperti salah satunya yang menyebabkan kepunahan dinosaurus dan menciptakan kawah Chicxulub berdiameter 180 km di teluk Meksiko, bebatuan di sekitar pusat kawah akan terdorong ke atas (mencuat), membentuk sebuah puncak pusat (central peak) atau cincin pusat (central ring).

https://img.mp.ucweb.com/wemedia/img/buz/wm/e570eb56bc96d5cb805882d2ee0c5063.jpg
Salah satu kawah meteor yang terdapat di wilayah Australia. Punggungan bukit yang melingkar secara gamblang menunjukan perubahan morfologi yang diakibatkan tumbukan meteor di masa lalu (www.australiangeographic.com)

Sedikit menakutkan untuk dibayangkan, bahwa semua bentukan tersebut terjadi dalam hitungan detik hingga menit dari suatu tumbukan meteoroit, dan meninggalkan bekas ‘luka’ yang abadi di permukaan Bumi. Peristiwa ini berdampak besar pada lingkungan dan bahkan menyebabkan kepunahan masal bagi makhluk hidup di Bumi.

Kawah meteoroit merupakan prasasti dari sebuah kejadian katastropik mahadahsyat di Bumi. Mineral langka reidit hanyalah satu dari dampak yang dapat timbul ketika batuan dari angkasa luar menghantam Bumi.

Diterjemahkan dan disadur dari artikel berjudul How Rare Minerals Form When Meteorites Slam Into Earth dalam www.geologyin.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close