PetrologiUncategorized

Karakteristik dan Pemanfaatan Mineral Zirkon

Nama kimia     : ZrSiO4 (Zirkonium Silikat)

Kelompok        : Silikat

Sub kelompok : Nesosilikat

Kegunaan       : sebagai batu hias/batu mulia yang diperdagangkan, dalam industri keramik, zirkon menjadi bahan campuran untuk memperindah keramik hias.

Seperti yang oleh para geolog teliti, bahwa zirkon (zirconium silicate ZrSiO4) tidak memiliki susunan material yang sama dengan permata zirconia (zirconium oksida, ZrO2). Karena kekeliruan yang tidak kunjung terklarifikasi itulah zirkon telah digunakan sebagai tiruan berlian baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Baik cerat maupun tingkat ketahanannya terhadap panas, zirkon sama dengan intan. Bahkan beberapa jenis zirkon yang tidak berwarna (bening) sering disalahkaprahi sebagai intan oleh beberapa ahli permata. Mineral ini  memiliki beberapa variasi warna:coklat kemerah-merahan, kuning, bening. Variasi warna seperti biru laut juga bisa didapat melalui proses pemanasan lebih lanjut.

mineral zirkon yang berwarna putih. Setelah melewati proses tertentu. wujud zirkon bisa terlihat persis seperti intan, dengan tingkat kekerasan dan cerat yang nyaris serupa (assets.catawiki.nl)

Zirkon terbentuk dari lava cair saat terjadi aktivitas magmatik (produk awal dari proses kristalisasi), pada proses metamorphosis batuan, dan juga pada terbentuk melalui proses sedimentasi(dalam bentuk butiran detrital). Kristal zirkon yang berukuran besar amat jarang ditemukan. Ukuran rata-rata yang selama ini ditemukan hanyalah seukuran batu granit yakni sekitar 0,1 – 0,3 mm, namun dalam proses pembentukkannya di alam, zirkon masih dapat bertambah panjang hingga beberapa centimeter, khususnya yang jenis pegmatit.

Oleh karena beberapa zirkon diteliti mengandung unsur uranium dan torium, sehingga zirkon tersebut mengalami metamictization. Berhubungan dengan dampak radiasi internal ini, proses ini secara bertahap merusak struktur Kristal dan bertahap pula mulai menghasilkan varietas zirkon yang berbeda. Perubahan yang terjadi meliputi berat jenis batuan yang bertambah, terjadi perombakan pada struktur, dan juga perubahan warna.

Struktur Kristal mineral zirkon pada umumnya cukup sederhana. Mineral ini berbentuk prisma tetragonal dengan empat sisi ujungnya yang berbentuk piramid empat sisi. Bentuk prismanya mungkin tidak berwujud begitu sempurna sehingga terkadang sistem kristalnya terlihat seperti sistem oktahedral. Wujud Kristal yang lebih rumit memiliki permukaan prisma yang miring dan tidak lancip pada setiap ujungnya.

Bentuk kristal mineral zirkon yang berbentuk tetragonal (anonim)

Juga prisma kedua bisa memotong prisma utama, dengan memotong ujungnya maka akan memberikan kenampakan sistem oktagonal pada Kristal tersebut. Bahkan ada juga zirkon berbentuk piramida sisi delapan (sebenarnya piramida kembar (ditetragonal dipyramid) yang adalah modifikasi lanjut bentuk dari piramida bersisi empat. Seperti yang anda ketahui bahwa mineral zircon memiliki bentuk kristal dari yang sederhana hingga yang berbentuk amat rumit.

KARAKTERISTIK FISIK MINERAL ZIRCON

  • Kilap                         : seperti intan
  • Transparansi            : Kristal yang dengan wujud transparan hingga bening tembus pandang
  • System Kristal          : tetragonal; 4/m 2/m 2/m
  • Kenampakan Kristal : pyramidal kembar dan prisma seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya
  • Belahan                    : dibedakan menjadi dua jalur, prismatik
  • Pecahan                   : kasar/tidak rata
  • Kekerasan                : 7,5 mohs
  • Cerat                        : berwarna putih
  • Mineral yang masih berhubungan: Albit, biotit, garnet, xenotim, dan monazite. Hafnon (HfSiO4), Xenotim (YPO4), Behierit, Schiavinatoite ((Ta,Nb)BO4), Thorit (ThSiO4), dan Coffinit (USiO4) semua memiliki struktur Kristal serupa (VIIIXIVYO4) seperti zirkon.
  • Karateristik lainnya : Kristal mineral ini terkadang memiliki pendaran atau sebaliknya memiliki warna lebih gelap dikarenakan kemungkinan terkandung unsur radioaktif yang mempengaruhinya, sesuai dengan tingkat kemurnian elemen-elemen tanah tempat ditemukannya.
  • Cara mengindentifikasi yang terbaik: Memperhatikan kenampakan kristalnya, kekerasan, kilap, dan berat jenis

Referensi:

Diterjemahkan dan disadur dari situs web berikut

en.wikipedia.org/wiki/Zircon

http://www.galleries.com/Zircon

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close