AstrogeologiPetrologi

Misteri Danau Garam di Planet Mars dan Proses Pembentukannya

Keberadaan danau garam seperti yang ditemukan di Bumi menambah daftar panjang misteri mengenai kondisi lingkungan masa lalu di planet merah ini

Planet Mars dipercaya memiliki danau-danau di masa lalu yang sama seperti di Bumi, danau Mars juga mempunyai periode tertentu ketika volume airnya berlimpah maupun berkurang, menurut tim peneliti internasional termasuk peneliti dari Texas A&M University College of Geosciences.

Diterjemahkan dari geologypage.com (23/10/19), Marion Nachon, seorang kandidat profesor dari departemen geologi dan geofisika Texas A&M University dan rekan-rekannya mempublikasikan penelitian mereka tentang hal ini dalam jurnal terbaru Nature Geoscience.

Tim ini meneliti kondisi geologi Mars dari kawah Gale, sebuah cekungan batu yang sangat luas dengan lebar 153km yang dieksplorasi dengan menggunakan NASA Curiosity rover sejak tahun 2012 sebagai bagian dari misi MSL (Mars Science Laboratory).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa danau yang muncul di kawah Gale lebih dari 3 milyar tahun yang lalu itu mengalami sebuah periode kekeringan, yang kemungkinan berhubungan dengan fenomena kekeringan global planet Mars.

https://img.mp.ucweb.com/wemedia/img/buz/wm/11f85182bafd81052f1c3923cdd1a38b.jpg
Wujud dari Kawah Gale di Planet Mars yang ditangkap kamera dari udara. Ukurannya yang luas memungkinkan kawah ini dahulunya dapat menampung volume air dalam jumlah yang sangat besar (spacenews.com)

Kawah Gale terbentuk sekitar 3,6 juta tahun yang lalu ketika sebuah meteor menghantam Mars dan menciptakan kawah tumbukan yang sangat luas.

“Sejak saat itu, topografi geologis telah merekam jejak sejarah Mars, penelitian menunjukkan bahwa kawah Gale menyingkap tanda-tanda keberadaan air yang mengalir sepanjang sejarahnya, yang adalah kunci bagi kehidupan mikroba seperti yang kita ketahui,” jelas Nachon. “Selama periode kekeringan ini, kolam-kolam garam pada akhirnya terbentuk. Sulit untuk mengatakan secara pasti mengenai seberapa besar kolam-kolam ini, namun danau pada kawah Gale telah aktif dalam waktu yang lama, paling tidak sejak seratus hingga  mungkin sepuluh ribu tahun lamanya,” tambah Nachon.

Lalu apa yang terjadi pada danau-danau garam ini?

Nachon mengatakan bahwa Mars mungkin mengalami kekeringan dari waktu ke waktu, dan planet ini kehilangan medan magnetnya, yang menyebabkan atmosfernya terekspos bebas terhadap angin matahari dan radiasi yang berlangsung selama jutaan tahun

“Dengan atmosfer yang semakin menipis, tekanan di permukaan planet menjadi semakin berkurang pula, sehingga kondisi agar air dalam kondisi cair tetap stabil tidak dapat terpenuhi lagi,” kata Nachon. “Jadi komponen air yang menjadi tidak stabil ini kemudian menguap.

Kolam-kolam garam yang ada di Mars dipercaya mirip dengan yang ada di Bumi, khususnya kolam-kolam yang berada di daerah Altiplano, wilayah di perbatasan antara Peru dan Bolivia.

https://img.mp.ucweb.com/wemedia/img/buz/wm/30c194ef8948efecc635af7eda5e3593.jpg
Pemandangan sekitar kompleks danau Altiplano. Dijumpai banyak kolam-kolam dan kubangan kecil di mana garam dalam jumlah yang signifikan diendapkan. Kondisi ini sangat menyerupai dengan yang ditemukan di kawah Gale planet Mars (civitatis.com)

Nachon mengatakan bahwa daerah Altiplano adalah suatu daerah yang kering, daerah dataran tinggi di mana sungai-sungai mengalir dari rangkaian pegunungan di sekitarnya, “sungai-sungai tidak mengalir menuju lautan, melainkan ke cekungan-cekungan tertutup, sama seperti yang dahulu pernah berlangsung di Mars,” imbuhnya. “Sistem hidrologi ini menciptakan banyak danau yang volume airnya amat dipengaruhi oleh kondisi iklim. Selama periode kekeringan, danau-danau di Altiplano mengalami pendangkalan akibat evaporasi, sebagian bahkan menjadi kering sepenuhnya. Tidak adanya vegetasi di wilayah Altiplano semakin membuatnya serupa dengan kondisi planet Mars,” jelasnya,

Nachon menambahkan bahwa hasil penelitian menunjukkan danau purba di Kawah Gale mengalami paling tidak satu kali periode kekeringan sebelum volume airnya kembali seperti semula. Ada kemungkinan danau ini berubah menjadi beberapa kubangan atau kolam-kolam yang terpisah, di mana sebagian kolam mengalami lebih banyak evaporasi dibanding yang lainnya.

Karena hingga sekarang hanya satu lokasi di sepanjang jalur rover yang mengindikasikan adanya sejarah periode kekeringan, Nachon berpendapat bahwa lokasi itu dapat memberi petunjuk mengenai seberapa banyak fase kekeringan yang pernah dialami danau sebelum iklim Planet Mars menjadi betul-betul gersang seperti saat ini.

“Indikasi fase kekeringan danau menandakan bahwa iklim kering Mars berlangsung dalam periode yang lama, namun masih dapat memberi peluang untuk terjadinya siklus pembentukan sebuah danau,” jelas Nachon. “Hasil ini memberi petunjuk bahwa iklim Mars di masa lampau berfluktuasi di antara periode basah dan kering. Hasil penelitian juga memberi informasi mengenai elemen-elemen kimia (dalam kasus ini belerang, komposisi kunci bagi terbentuknya kehidupan) yang terkandung dalam air berada di permukaan Mars di masa itu, serta karakter fluktuasi lingkungan yang mana harus dihadapi oleh makhluk hidup di Mars, jika memang pernah ada kehidupan di planet merah ini.”

Diterjemahkan dan disadur dari artikel berjudul Mars Once Had Salt Lakes Similar to Those on Earth dalam geologypage.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close