PaleontologiSedimentologi

Trilobit, Artropoda Purba Penyintas Paling Sukses Sepanjang Zaman Pra-Sejarah

Kelompok makhluk yang terus bertahan hidup selama lebih dari 270 juta tahun

Seperti yang semua orang ketahui bahwa manusia adalah organisme yang paling sukses hidup di muka bumi di masa kini. Hal ini terbukti sejak kemunculan Homo sapiens pertama sekitar 200.000 tahun yang lalu dan bertahan hingga hari ini. Namun tahukah anda? Jauh sebelum manusia mendominasi dan hidup sejahtera di planet ini terdapat organisme purba lain yang menempati posisi makhluk paling sukses di Bumi?

Jika anda belum mengetahuinya, maka perkenalkan Trilobit, makhluk ini adalah anggota dari filum Artropoda yang hidup di dunia selama lebih dari 270 juta tahun. Ya, 270 juta tahun, coba bandingkan dengan manusia yang keberadaannya baru 200.000 tahun di dunia. Anggota kelompok Artropoda ini telah punah sekitar 250 juta tahun yang lalu, yakni pada akhir zaman Permian, bahkan jauh sebelum dinosaurus Berjaya di bumi. Kira-kira, apa yang menyebabkan makhluk penyintas zaman ini punah? Bahkan tidak memiliki keturunan langsung yang tersisa dan hidup di bumi?

Seekor trilobit umumnya memiliki struktur tubuh kompleks yang terdiri dari kepala, mata, kaki, bentuk tubuh yang berbuku-buku dan biasanya pipih. Selain dilengkapi dengan sistem pencernaan yang lebih maju dibandingkan dengan makhluk lainnya pada masa itu, tubuh trilobit juga dilingkupi dengan eksoskeleton (kerangka) yang terbuat dari zat kitin dan kalsit.

Trilobit selain dikenal sebagai survivor lintas zaman purba, juga memiliki tingkat diversifikasi yang sangat tinggi (www.amnh.org)

Trilobit oleh banyak ahli biologi dianggap sebagai artropoda sejati dengan struktur tubuh sedemikian rupa. Bila anda belum tahu apa itu artropoda, kelompok makhluk ini yang terdiri atas araknoidea (laba-laba), krustasea (udang-udangan) hingga insekta (serangga). Sebagai fosil, sisa-sisa tubuh trilobit banyak ditemukan tersebar di seluruh dunia. Hal ini selain menjadi bukti soal keberlimpahan jumlahnya, juga menunjukkan bahwa makhluk ini nyaris dapat hidup di segala kondisi lingkungan laut.

Seperti yang dilansir dalam www.youtube.com/eons (27/06/17), Trilobit muncul pertama kali di zaman Kambrium, 521 juta tahun yang lalu di laut yang saat ini menjadi daratan Siberia. Para ahli menduga Trilobit berevolusi dari suatu spesies cacing berkulit tebal dengan tubuh berbuku-buku yang bernama Spriggina yang juga termasuk dalam kelompok artropoda. Kesusksesan awal dari kelas trilobit adalah tingkat diversifikasinya yang tinggi dan terjadi dalam waktu relatif singkat. Dalam kurun 40 juta tahun sejak kemunculannya, organisme ini telah memiliki 60 takson famili yang amat beragam, salah satunya yang paling sering dijumpai sebagai fosil saat ini adalah Erathia.

Ilustrasi habitat trilobit yang digambarkan hidup berdampingan dengan makhluk purba lainnya. Lautan zaman kambrium hingga devonian dipenuhi dengan hewan-hewan berbentuk unik dan umumnya memiliki kulit yang keras sebagai pertahanan (evolution.berkeley.edu)

Seperti makhluk hidup lainnya di masa purba, trilobit juga mengahadapi masalah yang mengancam eksistensinya dari waktu ke waktu. Diawali pada 445 juta tahun yang lalu, ketika temperatur bumi turun secara drastis. Penurunan suhu memicu perubahan arus lautan dan diikuti dengan terjadinya glasisasi (zaman es) yang menurunkan tinggi muka air laut. Dua kejadian alam ini melenyapkan 25% jenis makhluk hidup di bumi, termasuk 50% dari famili trilobit. Peristiwa ini oleh ahli paleontologi dikenal sebagai kepunahan masal zaman Ordovisium-Silurian.

Setelah peristiwa kepunahan masal tersebut jumlah dan variasi trilobit mulai pulih kembali hingga pada 375 juta tahun yang lalu atau di akhir zaman Devon, di mana trilobit kembali menghadapi ancaman kepunahan yang lain. Pada masa itu terbentuk suatu endapan karbon yang menutupi lantai lautan dalam lingkup luas di seluruh dunia. Kondisi abnormal ini menyebabkan tingkat oksigen menurun drastis.

Belum diketahui mengapa endapan ini bisa terbentuk, namun yang pasti sedimen tersebut menghancurkan semua terumbu karang dan makhluk yang merayap (bentonik) di dasar lautan,  termasuk trilobit. Kejadian ini kemudian dikenal sebagai Late Devonian Extinction (Kepunahan Masal Akhir Devon). Fenomena ini memusnahkan 20% famili organisme laut serta seluruh famili trilobit, kecuali empat jenisnya yang masih dapat bertahan.

Apakah keempat jenis trilobit itu dapat terus mempertahankan kelangsungan hidupnya? Berdasarkan dari bukti fosil yang ditemukan, trilobit masih terus survive melewati zaman purba yang tidak kenal ampun hingga 193 juta tahun sejak kepunahan akhir Devon.

Tepatnya pada 252 juta tahun yang lalu saat terjadi perubahan pada komposisi atmosfer bumi yang berlangsung dengan cepat. Pemicu bencana yang terjadi di akhir zaman Permian ini masih diperdebatkan oleh para ahli. Beberapa menyebutkan bahwa telah terjadi tumbukan meteor, sebagian lagi menganggap adanya peningkatan vulkanologis akibat pergeseran lempeng bumi yang aktif.

Letusan gunung api adalah salah satu yang diduga para ahli menjadi penyebab kepunahan masal di akhir zaman permian. Bencana erupsi bersumber dari beberapa gunung api sekaligus dari seluruh seantero bumi dan dalam kurun waktu yang dekat (hubpages.com)

Apapun penyebabnya, hanya dalam kurang dari satu juta tahun, 70% spesies makhluk hidup di darat punah. Di laut, kepunahan dialami oleh 95% spesies organisme, termasuk seluruh famili trilobit yang masih tersisa. Dengan demikian, trilobit sebagai kelompok makhluk yang telah hidup selama lebih dari 270 juta tahun lenyap seluruhnya dalam peristiwa yang dikenal sebagai The Great Dying (Kematian Masal) zaman Permian.

Sungguh mengagumkan bukan perjalanan hidup trilobit mengarungi zaman purba? Butuh beberapa kepunahan masal untuk dapat melenyapkan seluruh organisme ini dari bumi. Para ahli menyebut bahwa di antara semua anggota kingdom Animalia, trilobitlah yang paling berhasil bertahan hidup di dunia dan memiliki beragam jenis. Hingga kini terdapat 1.500 jenis trilobit yang teridentifikasi, tingkat diversifikasi makhluk yang telah punah tertinggi dalam catatan sejarah. Artropoda ini hidup lebih lama dari dinosaurus, mamalia termasuk manusia sendiri. Pertanyaan yang muncul untuk manusia masa kini, bagaimana trilobit dapat bertahan hidup sebegitu lamanya di bumi? Karena suatu ketika, masalah trilobit ini akan menjadi masalah kita juga nantinya.

 

Diterjemahkan dan disadur dari video berjudul The Trouble With Trilobites dalam www.youtube.com/eons

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close